Sanur Village Festival 2019

"Om Swastiastu"

 

Sesungguhnya perjalanan Sanur Village Festival tahun 2019 merupakan rangkaian demi rangkaian dari konsep sejak festival ini dihadirkan. Berangkat dari respon keprihatinan atas dampak tragedi Bom Bali 2005 yang melumpuhkan sendi pariwisata Bali. Kami, Yayasan Pembangunan Sanur memutuskan untuk bangkit dan mewartakan Sanur sebagai destinasi yang aman, nyaman, dan menarik untuk dikunjungi.

 

Sanur Village Fesival berkembang bersinergi dengan kehidupan tradisi budaya dan mewadahi ragam kreativitas warga Sanur. Kami menyadari potensi sektor pariwisata berbasis masyarakat adalah dinamika yang harus terus diberikan ruang. Kreativitas masyarakat memerlukan kalangan dan khalayak pariwisata secara luas, baik lokal maupun internasional. Sanur Village Festival selanjutnya menjadi magnet kuat sebagai suguhan baru sekaligus identitas destinasi pariwisata Sanur.

 

Tentunya kami menyadari, semangat zaman dan persaingan destinasi pariwisata selalu merangsang pertanyaan dan pemikiran. Refleksi dari tuntutan perkembangan itu terus kami formulasikan dalam aneka pemikiran yang dituangkan dalam program-program festival. Sanur Village Festival meletakkan semangat baru dari kesadaran untuk selalu menjaga warisan leluhur. Tema-tema yang mengikat secara emosional membangun kesadaran kami usung sebagai rasa bangga, interopeksi, maupun sensitivitas. 

 

Ketika perjalanan Sanur Village Festival sampai tahun 2018 beberapa kali mendapat pujian dari Menteri Pariwisata Republik Indonesia, dan dinobatkan masuk dalam jajaran 10 kalender even pariwisata nasional, menjadikan kami terus berinovasi secara berkelanjutan. Tahun 2019 Sanur Village Festival kembali masuk dalam jajaran 10 kalender even pariwisata nasional yang pelaksanaanya akan kami gelar pada 21– 25 Agusus 2019.

 

Pada pelaksanaan ahun ke14 ini Sanur Village Festival akan mengusung tema Dharmaning Gesing. Tema ini diangkat dari kesadaran dan penghargaan akan peranan bambu dalam kehidupan masyarakat Bali sehari-hari. Seperti diketahui hampir di setiap upacara keagamaan, bambu pasti digunakan, baik daun maupun batangnya. Bambu menjadi salah satu bagian bangunan adat di Bali. Maka sangatlah penting pemikiran mengenai  bambu diwadahi kembali sebagai bagian spirit kreativitas masyarakat Sanur. 

 

Kesadaran dari keberadaan, spirit serta falsafah kehidupan bagi masyarakat Bali tentang bambu secara pengejewantahan ini diharapkan dapat mendorong kebersamaan dan kekeluargaan (menyamabraya), hormat dan selalu menjaga kelesarian alam, dan mengilhami kreativitas warga Sanur.

 

Kami tunggu di Sanur Village Festival 2019, Salam rahayu dan menyama braya.

Om Shanti, Shanti, Shanti Om

 

Salam,
Ida Bagus Sidharta Putra
Ketua Umum Sanur Village Festival

Partner Kami

Our Partner

Ikuti Kami